Scroll to top

Penyelidikan Epidemiologi Kasus Diare dan Kasus Kematian Akibat Diare

By admin 20 Aug 2026, 06:03 WITA
Penyelidikan Epidemiologi Kasus Diare dan Kasus Kematian Akibat Diare

Bone Bolango – Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango melalui Penanggung Jawab (Pj.) Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Pj. Program Diare bersama Puskesmas Pinogu melaksanakan penyelidikan epidemiologi kasus diare dan kasus kematian akibat diare di Desa Pinogu Permai, Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah penelusuran dan kewaspadaan terhadap kasus diare yang terjadi di wilayah tersebut, termasuk adanya satu kasus kematian pada balita. Penyelidikan epidemiologi bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpotensi menjadi penyebab penularan serta mencegah terjadinya penambahan kasus di masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat 14 kasus diare pada semua kelompok umur. Sementara itu, pada Agustus tercatat 7 kasus diare pada balita, dengan 1 kasus kematian pada balita berusia 10 bulan.

Dalam penyelidikan, tim menemukan sejumlah faktor lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah kondisi sumber air yang digunakan masyarakat, seperti sumur gali dan mata air yang secara fisik belum memenuhi syarat. Kondisi air ditemukan keruh dan kotor, bahkan terdapat hewan seperti katak di sekitar sumber air, sehingga berpotensi meningkatkan risiko pencemaran.

Selain faktor air, kondisi sanitasi dan jamban juga menjadi perhatian. Masih ditemukan praktik buang air besar (BAB) di got, yang berpotensi menyebabkan tinja mencemari tanah dan sumber air di lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman penyebab penyakit diare apabila tidak segera ditangani.

Tim juga menemukan permasalahan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Selain itu, ditemukan praktik pembuangan popok sekali pakai (pampers) yang tidak dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibuang. Kondisi tersebut dapat menarik lalat, yang kemudian berpotensi membawa kuman dari sampah dan kotoran ke makanan atau peralatan makan.

Melalui penyelidikan epidemiologi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango bersama Puskesmas Pinogu menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama penggunaan sumber air yang aman, pemanfaatan jamban sehat, tidak melakukan BAB sembarangan, serta pengelolaan sampah yang baik.

Penyelidikan epidemiologi diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan dan pengendalian secara tepat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya penyakit diare.

Upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama antara masyarakat, pemerintah desa, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan. Dengan perbaikan sanitasi, pengelolaan air dan sampah, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan diare dapat ditekan dan kejadian serupa diharapkan tidak kembali terjadi.

By_Humas DikesBB

Lensa Informasi


  • Perubahan Jadwal WFH

    Download Lampiran file : Download

  • KONFIRMASI KESEDIAAN DONOR DARAH BBPOM GORONTALO

    Download Lampiran file : Download

Aduan Masyarakat


Awal

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:07 WITA

Mohon diperbaiki pelayanan


Survey Kepuasan